Pelatihan Advokasi Kebebasan Sipil ini dilaksanakan di Jakarta pada 29-31 Juli 2022. Kegiatan ini dipimpin oleh lead trainer Atikah Nuraini (Senior Traineer dar Asia Justice and Rights) dan dua co-traineer dari Perkumpulan Lembaga INDEKS, Nanang Sunandar dan Sukron Hadi. 24 peserta pelatihan dikenlkan pada materi-materi yang disampaikan menggunakan pendekatan yang melibatkan peserta untuk aktif dalam pembelajaran. Seperti diskusi kelompok dan presentasi serta aktivitas-aktivitas lainnya. Selain itu, peserta pelatihan juga mendapatkan materi dari tiga narasumber. Narasumber Zainal Abidin (Institute for Criminal Justice Reform—ICJR) memaparkan materi “Kebebasan Sipil dalam Sistem Hukum Indonesia”; Damar Juniarto (SAVENet) membawakan materi “Media, Teknologi Informasi, dan Tantangan terkini Kebebasan Sipil di Indonesia”; dan Usman Hamid (Amenesty International) membawakan materi “Strategi Advokasi Kebebasab Sipil”. Kegiatan terselenggara atas kerja sama Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Lembaga INDEKS) bersama Friedrich Naumann Foundation (FNF) Indonesia serta didukung Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham RI).
Kegiatan Pelatihan Advokasi Kebebasan Sipil kali diselenggarakan di Yogyakarta, pada 22-24 September 2022. Kegiatan ini dipimpin oleh lead trainer Sukron Hadi (Lembaga INDEKS) dan tiga co-traineer dari Lembaga INDEKS, Nanang Sunandar, Mathelda Chris Titihalawa dan Fathurrahman. Pelatihan ini juga menghadirkan tiga narasumber. Julian Dwi Prasetya (Direktur LBH Yogyakarta) menyampaikan tema Kebebasan “Sipil dalam Sistem Hukum Indonesia”, Shinta Maharani (Ketua AJI Yogyakarta) membawa materi “Media dan Kebebasan Sipil; Tantangan Terkini Kebebasan Sipil di Indonesia”, dan Usman Hamid (Amnesty Internasional) yang membawakan materi “Strategi Advokasi Kebebasan Sipil”. Kegiatan ini diikuti oleh 24 peserta, yang kami seleksi dari 197 pendaftar. Kegiatan terselenggara atas kerja sama Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Lembaga INDEKS) bersama Friedrich Naumann Foundation (FNF) Indonesia serta didukung Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham RI).
Pelatihan Advokasi Keberagaman, Kesetaraan dan Inklusi dalam Organisasi ini dilaksanakan pada Kamis-Minggu, 25-27 Agustus 2022 di Bali dan diikuti oleh 24 peserta hasil seleksi dari 93 pendaftar. 24 peserta ini mewakili institusi bisnis, pemerintahan, dan non-profit. Selama tiga hari, kegiatan training dipimpin lead trainer Nanang Sunandar (Direktur Eksekutif Lembaga INDEKS) yang didukung oleh co-traineer dari Perkumpulan Lembaga INDEKS, Mathelda Chris Titihalaw, M. Fathurrahman, dan Sukron Hadi. tiga narasumber. Narasumber Atikah Nuraini (Asia Justice and Rights—ICJR) memaparkan materi “Diskriminasi sebagia persoalan HAM”; Taka Gani (Asosiasi Living Values Education) membawakan materi “Komunikasi Nir-Kekerasan”; dan Anintyas Wening (Brown Bag Films) membawakan materi “Implementasi DEI dalam Tata Kelola Organisasi”. Kegiatan terselenggara atas kerja sama Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Lembaga INDEKS) bersama Friedrich Naumann Foundation (FNF) Indonesia serta didukung Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham RI).
Pelatihan Advokasi Kebebasan Ekonomi ini dilaksanakan di Jakarta pada 06-08 September 2022 ini diikuti 24 peserta hasil seleksi dari 92 pendaftar. Mereka beralatar belakang mahasisiswa, aktivis muda, dan pelaku usaha. Selama tiga hari, mereka belajar materi dasar terkait kebebasan ekonomi (konsep dasar, sejarah dan tokoh-tokohnya) hingga advokasinya. Nanang Sunadar (Lembaga INDEKS) dalam pelatihan ini berperan sebagai Lead Trainer. Adapun tim Indeks lain, Mathelda Chris Titihalawa, Sukron Hadi, dan Fathurrahman, mendukung Nanang sebagai co-trainer. Kegiatan ini juga menghadirkan tiga narasumber. Narasumber pertama adalah Adinda T. Muchtar (The Indonesian Instititue) yang membawakan materi “Kebebasan Ekonomi dan Hak Asasi Manusia”. Kedua, Yose Rizal Damuri (CSIS) menyampaikan “Perkembangan Kebebasan Ekonomi Indonesia dan Dunia”. Ketiga, Nadia Fairuza Azzahra (CIPS) memaparkan tema “Strategi Advokasi Kebebasan Ekonomi”. Kegiatan terselenggara atas kerja sama Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Lembaga INDEKS) bersama Friedrich Naumann Foundation (FNF) Indonesia serta didukung Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham RI).
Ini adalah pertama kalinya, sejak pandemi COVID-19, Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Lembaga INDEKS) menggelar diskusi publik secara on-site. Diskusi ini digelar di Aula Student Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Jumat, 10 Juni 2022 14.00-16.30 wib. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dan dihadiri 42 peserta. Mathelda Christy Titihalawa selaku moderator memberikan kesempatan kepada Bambang Iriana Djajaatmadja (Sekretaris Direktur Jendral Kemnterian Hukum dan HAM Republik Indonesia) selaku narasumber diskusi ini untuk menyampaikan materi "Menakar Komitmen Negara dalam Penegakan Hak atas Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi". Kemudian narasumber kedua Adi Prayitno (Pengamat Politik, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia) menyampaikan materi "Pentingnya dan Tantangan Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi di Indonesia Dewasa Ini.". Narasumber ketiga adalah Nanang Sunandar (Direktur Eksekutif Lembaga INDEKS) membawakan topik "Menakar Komitmen Negara dalam Penegakan Hak atas Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi". Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Lembaga INDEKS) bersama Friedrich Naumann Foundation (FNF) Indonesia serta didukung Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham RI)
Diskusi Publik Pro Kontra RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak ini digelar secara online melalui aplikasi Zoom Meeting pada Selasa, 26 Juli 2022 pada pukul 14.00-16.30 wib. Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber dan dihadiri 50 peserta. Mathelda Christy Titihalawa selaku moderator memberikan kesempatan kepada Betni Batubara (Direktur Instrumen HAM Kemenkumham RI) untuk menyampaikan materi “Komitmen Pemerintah untuk Kesejahteraan Ibu dan Anak" dan RUU KIA Perspektif HAM”. Kemudian narasumber kedua Luluk Nur Hamidah (Komisi IV DPR RI/Anggota Baleg DPR RI) menyampaikan materi “Pentingnya Aturan tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak melalui RUU KIA”. Narasumber ketiga adalah Iim Fahima Jachja (Pengusaha Perempuan) membawakan topik “Kesejahteraan Ibu dan Anak dalam Perspektif Bisnis dan Ketenagakerjaan”. Sedangkan narasumber keempat, Nanang Sunandar (Direktur Eksekutif Lembaga INDEKS) menyampaikan materi “Prasyarat Kebebasan Ekonomi untuk Kesejahteraan Ibu dan Anak dalam Sistem Kesejahteraan Sosial Nordik.” Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Lembaga INDEKS) bersama Friedrich Naumann Foundation (FNF) Indonesia serta didukung Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham RI).
Diskusi Publik bertajuk Pengaruh Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi dalam Kemajuan Ekonomi diselenggarakan melalui Zoom Meeting, Kamis, 13 Oktober 2022, pukul 14.00-16.30 wib. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dan dihadiri 38 peserta dari berbagai latar belakang. Nanang Sunandar (Direktur Eksekutif Lembaga INDEKS) selaku moderator memberikan kesempatan kepada Mathelda Chris Titihalawa (Manajer Komunikasi INDEKS) selaku narasumber diskusi ini untuk menyampaikan materi "Konsep DEI dan Tantangannya". Tinjauan umum tentang DEI. Mathelda dalam sesinya menyampaikan hubungan DEI dan Kebebasan, serta kondisi mutakhir tentang sikap dan praktik anti-keberagaman dan eksklusivisme di Indonesia. Kemudian narasumber kedua Sri Kurniati Handayani Pane (Direktur Diseminasi dan Penguatan HAM, Kemenkumham RI) menyampaikan materi “Diversity, Equality and Inclusion (DEI) on Business and Human Rights”. Adapun narasumber ketiga, Iim Fahima Jachja (pelaku usaha dan founder Queenrides) menyampaikan materi “Diversity, Equality and Inclusion (DEI) dalam Perspektif Bisnis. Pada kesempatannya, Iim menyampaikan, dalam konteks kemasyarakatan, kenapa Diversity, Equality and Inclusion (DEI) itu penting diterapkan di institusi bisnis? Penerapan DEI di institusi bisnis dan dampak-dampak positifnya di internal institusi, dan impact penerapan DEI di institusi-institusi bisnis terhadap kemajuan ekonomi. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Lembaga INDEKS) bersama Friedrich Naumann Foundation (FNF) Indonesia serta didukung Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham RI)